Archive for November, 2007

Busway Harus Jalan Terus

Busway memang bukan satu-satunya resep untuk mengatasi kemacetan. Namun, menghentikan begitu saja proyek ini sebagai alternatif angkutan massal sama saja dengan menutup peluang mengatasi kemacetan di Jakarta. Sebab, jumlah kendaraan pribadi terus meningkat secara drastis. Sebagai gambaran, pada 2006 saja terjadi penambahan 1.235 unit sepeda motor dan 269 unit mobil setiap hari di Ibu Kota. Jika semua kendaraan itu keluar pada waktu yang bersamaan, semua jalan akan tertutup kendaraan.

Tanpa sistem transportasi umum yang memadai, keruwetan itu mustahil diatasi. Selain monorel dan kereta bawah tanah, Transjakarta merupakan angkutan yang cocok buat Jakarta yang sudah semrawut ini. Busway itu pilihan yang aman, nyaman, harganya terjangkau. Tentu saja asalkan jumlahnya memadai, sesuai dengan banyaknya jumlah calon penumpang. Dan, ketika pemerintah belum mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun jaringan monorel dan kereta bawah tanah, busway adalah pilihan paling realistis. Continue reading ‘Busway Harus Jalan Terus’

Aturan Wajib Militer

Langkah pemerintah meneruskan kembali penggodokan Rancangan Undang-Undang tentang Komponen Cadangan Pertahanan Negara layak diapresiasi. Meski kurang mendesak karena Indonesia dalam keadaan relatif aman dan tidak sedang berperang melawan negara lain, aturan ini tetap penting. Apalagi konstitusi jelas menyatakan tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pula, negara ini menganut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Tentara dan kepolisian sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang menghadirkan konsep tentara sebagai komponen utama pertahanan. Adapun warga negara, prasarana, dan sumber daya alam termasuk dalam komponen cadangan dan pendukung. Continue reading ‘Aturan Wajib Militer’


a