Home

Kejaksaan Agung tak boleh ragu mengusut tuntas dugaan korupsi dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Bila memang ada praktek suap yang melibatkan bekas petinggi, mestinya hal ini juga ditelusuri dengan serius. Jangan sampai publik merasakan keadilan sudah dibengkokkan sejak proses penyidikan.

Sikap yang tidak tegas itu tecermin dari dihentikannya penyelidikan rumah yang disebut-sebut milik Letnan Jenderal (Purnawirawan) T.B. Silalahi, bekas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Rumah di kawasan Ancol, Jakarta Utara, itu diduga pemberian Henry Leo, tersangka kasus korupsi PT Asabri. Kejaksaan tak meneruskan lagi pengusutan dengan alasan tidak menemukan bukti yang kuat.

Kasus itu bermula pada 1995, ketika Henry Leo meminjam uang Rp 410 miliar dari dana asuransi dan perumahan prajurit TNI yang dikelola PT Asabri. Namun, uang milik badan usaha milik negara itu diduga diselewengkan dan Henry tak kunjung juga mampu mengembalikan pinjamannya.
Penyidik dari TNI dan Kejaksaan Agung lalu turun tangan mengungkap kasus itu. Selain Henry Leo, bekas Direktur Utama Asabri Mayor Jenderal (Purn) Subarda Midjaja ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 13 Agustus lalu. Dalam pemeriksaan, Henry mengaku memberi rumah kepada dua jenderal, yakni mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) R. Hartono dan T.B. Silalahi.

Pemberian rumah itu terungkap dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang kemudian dikonfirmasikan kepada Henry dalam proses penyidikan. Hartono sudah mengaku menerima rumah itu, meski kemudian mengembalikannya ke kejaksaan. Adapun Silalahi, yang kini menjadi penasihat Presiden, membantah jika dikatakan telah diberi rumah oleh Henry Leo.

Sikap dua jenderal itu seharusnya tak mempengaruhi proses penyidikan. Pengembalian rumah oleh Hartono tidak bisa menghapus dugaan suap di balik kasus Asabri. Dia tetap harus disidik. Begitu pula sanggahan Silalahi, jangan membuat gentar kejaksaan untuk mengusutnya terus. Apalagi Yul Sulinah, istri Henry Leo, mengaku mengetahui proses pembelian rumah itu.

Buat membongkar dugaan suap dalam kasus Asabri, kejaksaan perlu juga menyelidiki motifnya. Jika memang Henry mendapat keuntungan dari kebijakan yang pernah dikeluarkan Hartono dan Silalahi ketika masih menjadi pejabat, hal ini akan memperkuat bukti. Terburu-buru menghentikan penyelidikan hanya karena rumahnya sudah dikembalikan, atau ewuh pakewuh, hanya akan mengesankan kejaksaan kurang serius bekerja.

Mengusut tuntas kasus Asabri sungguh penting karena menyangkut duit ratusan miliar rupiah yang seharusnya dinikmati oleh prajurit TNI. Dana itu diduga “dimainkan” oleh sejumlah jenderal bekerja sama dengan pengusaha. Agar kebiasaan buruk ini tidak terulang di masa mendatang, kejaksaan mesti berani menyentuh bekas petinggi TNI yang terlibat.

Advertisements

2 thoughts on “Mengusut Rumah Jenderal

  1. palingan ga ada yg berani mas mengungkapa apa yg sebenarnya terjadi ya biarkan aja .kalo perlu rumahnya dikembaliin lagi ke hartono lalu kita doakan ramai ramai . semoga Allah yg mengadili baik hukuman di dunia dan di akhirat.heheheheheheh

  2. Dana Asabri yang seharusnya bisa dinikmati prajurit TNI lainnya [pangkat rendahan] menjadi pemicu tindakan tidakan tidak wajar aparat TNI di ranah publik.

    Sebagai contoh, biaya pengamanan di Poso Sulteng yang seharusnya dibagikan kepada aparat di lapangan, ternyata nyangkut di kantong elit2 TNI di tingkat lokal.

    Ini kemudian memaksa aparat lapangan untuk menghidupi dirinya sendiri dgn cara tidak terpuji. Sebagai contoh pengamanan illegal, malak supir bus, truk dll. Belum lagi bisnis lainnya yang berpotensi mencederai hak-hak sipil.

    Lebih kronis, ini memicu ketegangan dengan aparat kepolisian yang melakukan hal yang sama. Terbukti, bentrokan antaraparat [polisi-tni] telah terjadi berulangkali di Poso.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s