Home

SETIAP pemimpin baru diharapkan membawa perubahan. Begitu juga pasangan Fauzi Bowo-Prijanto, yang telah dilantik secara resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Para pemilihnya tentu yakin di bawah kendali duet ini Ibu Kota akan menjadi lebih baik. Namun, apakah anggapan mereka benar atau tidak, akan terpulang pada kinerja pasangan ini nanti.

Banyak sekali harapan yang dipertaruhkan ke pundak mereka, dari mengatasi kemacetan hingga perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan.

Itu sebabnya kami menyarankan agar pasangan Fauzi-Prijanto menyusun skala prioritas dan membuat gebrakan yang bisa segera dinilai oleh publik dalam seratus hari. Pada masa yang singkat ini biasanya sudah tergambar bakal seperti apa corak dan kinerja mereka lima tahun mendatang.

Harapan itu tentu tidak terlalu sulit diwujudkan karena Fauzi Bowo selama ini telah menjadi orang kedua di pemerintah DKI Jakarta. Selama bertahun-tahun pula ia menghabiskan waktu sebagai birokrat. Jadi ia sudah memahami berbagai persoalan penting yang segera perlu diatasi. Bukankah dalam kampanye, Fauzi juga bilang mampu langsung bekerja pada hari pertama setelah dilantik?

Dalam jangka panjang, warga juga ingin melihat apakah duet pemimpin baru ini menepati seluruh janji yang mereka keluarkan ketika kampanye dulu.

Masalah banjir dan kemacetan, misalnya, harus tetap dianggap sebagai masalah laten yang mesti diselesaikan. Gubernur baru mesti mampu meneruskan program yang telah dicetuskan gubernur sebelumnya, yaitu menyelesaikan pembangunan pola transportasi massal (MRT) dan Kanal Banjir Timur. Jangan sampai ganti pemimpin ganti program.

Jangan lupa pula, sewaktu kampanye dulu, Fauzi-Prijanto menebar aneka macam janji lain yang dikemas dalam 19 program strategis. Program yang dimaksud, antara lain, pengembangan sarana dan prasarana perkotaan, pengelolaan keamanan, ketertiban, dan penataan birokrasi pemerintahan. Mereka juga menjanjikan peningkatan mutu pendidikan dan perbaikan layanan kesehatan.

Sebagai contoh, di bidang pendidikan, Fauzi menjanjikan program wajib belajar 12 tahun gratis. Dia juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru serta meningkatkan standar kelulusan dengan tingkat internasional. Di bidang kesehatan, Fauzi berjanji akan meningkatkan fasilitas di setiap puskesmas. Jumlah tempat tidurnya, misalnya, akan ditambah. Fauzi juga berjanji akan meneruskan pemberian fasilitas kesehatan gratis kepada masyarakat.

Tak lupa mereka berjanji segera membenahi kampung-kampung, tapi tak akan menggusur rumah-rumah di bantaran kali. Untuk keperluan tersebut, Fauzi mengajak swasta membenahi permukiman kumuh dan mengurai polusi di Teluk Jakarta.

Dalam bidang administrasi dan birokrasi, dia berjanji akan memberi perhatian khusus untuk menyelaraskan birokrasi di Jakarta. Aparat di kelurahan dan kecamatan, misalnya, akan diperkuat fungsinya demi menyokong pemerintahan provinsi. Kita tunggu apakah Fauzi-Prijanto akan menepati semua janji itu.

Advertisements

One thought on “Janji Gubernur Baru

  1. ah…

    emang bener banget kata pepatah Dhe…

    Janji adalah Hutang

    dan yang ini

    Hutang Nyawa dibayar NYawa /blockquote>

    jadi deh…

    Karena Janji adlaah Hutang…maka…bayarnya juga pake Janji lagi…

    😆

    gitu seterusnya…
    *komen ngawur tengah malam*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s