Home

Busway memang bukan satu-satunya resep untuk mengatasi kemacetan. Namun, menghentikan begitu saja proyek ini sebagai alternatif angkutan massal sama saja dengan menutup peluang mengatasi kemacetan di Jakarta. Sebab, jumlah kendaraan pribadi terus meningkat secara drastis. Sebagai gambaran, pada 2006 saja terjadi penambahan 1.235 unit sepeda motor dan 269 unit mobil setiap hari di Ibu Kota. Jika semua kendaraan itu keluar pada waktu yang bersamaan, semua jalan akan tertutup kendaraan.

Tanpa sistem transportasi umum yang memadai, keruwetan itu mustahil diatasi. Selain monorel dan kereta bawah tanah, Transjakarta merupakan angkutan yang cocok buat Jakarta yang sudah semrawut ini. Busway itu pilihan yang aman, nyaman, harganya terjangkau. Tentu saja asalkan jumlahnya memadai, sesuai dengan banyaknya jumlah calon penumpang. Dan, ketika pemerintah belum mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun jaringan monorel dan kereta bawah tanah, busway adalah pilihan paling realistis.

Memang pembangunan proyek busway secara serentak belakangan ini membuat kemacetan. Namun, kemacetan sebetulnya tak melulu karena pembangunan proyek jalur bus khusus ini. Ada penggalian jalan untuk proyek lain, ditambah pula banyaknya lampu pengatur lalu lintas yang mati.

Kesemrawutan semakin menjadi-jadi karena banyak pengendara di Jakarta yang kian egois dan tak mempedulikan hukum serta etika berkendara. Jalur yang seharusnya hanya untuk dua baris, misalnya, bisa diserobot menjadi empat atau lima baris. Akibatnya, terjadi penyumbatan jalan di mana-mana, dan bukan cuma di tempat yang menyempit. Setiap kali ada ruang kosong, semua orang merasa punya hak untuk masuk, tak peduli di ujung sana nanti mesti saling sodok.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta boleh saja berencana membentuk panitia khusus untuk mengevaluasi proyek busway. Tapi jangan sampai pengkajian ini menghentikan penambahan jalur bus khusus itu. Menyetop, apalagi sampai membubarkan, proyek busway sama halnya dengan mengombang-ambingkan jutaan warga Ibu Kota yang sekarang mulai bergantung pada angkutan massal ini.

Gubernur Jakarta Fauzi Bowo pun perlu bersikap tegas. Segera tuntaskan saja pembangunan semua koridor agar kemacetan cepat berkurang. Mendengarkan suara publik itu penting untuk perbaikan. Namun, jangan sampai juga mengorbankan kepentingan umum demi kepentingan sesaat segelintir orang. Buat mengatasi kemacetan karena proyek busway, pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan kepolisian. Tempatkan sebanyak mungkin petugas di titik-titik kemacetan. Atur lalu lintas dengan sistem buka-tutup, terutama pada jam-jam sibuk.

Sebagai solusi jangka panjang, Fauzi harus segera mewujudkan janji membangun sistem transportasi massal lain, seperti monorel dan kereta bawah tanah. Rencana pembatasan kendaraan pribadi mungkin perlu dipikirkan juga sebagai alternatif. Tanpa upaya serius dan konsisten membenahi sistem transportasi massal, Jakarta pasti lumpuh, cepat atau lambat.

Advertisements

4 thoughts on “Busway Harus Jalan Terus

  1. Mungkin sebagai alternatif solusi “sementara” dan lebih murah sebelum bisa punya Sub-way atau Kereta Layang (diatas) yg keduanya gak mengganggu jalanan biasa yg sudah ada sekarang, Bus Way bisa dianggap cukup baik. Hanya saja mestinya program Busway diiringi dengan ketegasan untuk mengatur berbagai jenis kendaraan umum lain yang sejenis dan menyesakkan jalan yg semakin sempit, sepeti bus2, metromini dan mikrolet dijalur yang sama dengan Bus Way. Bayangkan lebar jalan sudah berkurang, dibanyak ruas sisi jalan yg sudah ada Bus Way-nya yang semakin sempit itu sering kali dimacetkan oleh Bus2, Metro Mini/Kopaja dan mikrolet yang berhenti atau ngetem seenaknya sampai memenuhi sisa 1 atau 2 yang ada. Kenapa dalam satu jalur yang sama demikian banyak angkutan umumnya? Kalau memang hanya ada Bus Way di jalur2 utama, diujung2 atau bagian2 tertentu dari ruas ang tidak di isi Bus Way diisi angkutan umum lain (yg berfungsi sebagai feeder) kan sebenarnya akan jauh lebih baik?? Jadi sistem angkutan umum kita gak saling tumpang tindih gitu lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s